Bersama Rustam Effendi, Gubernur Babel yang Sederhana dan Suka Ngopi

  • Whatsapp

September 2016 atau bulan ketiga aku berada di Provinsi Bangka Belitung. Untuk keperluan tugas neangan duit. Kerja sama Gubernur Bangka Belitung H Rustam Effendi. Kerennya adalah konsultan Media. Sosok Gubernur dari PDI-P ini memang memikat hatiku. Bukan memuji-muji tapi kenyataanya memang demikian. Dia orangnya sederhana, penampilannya biasa-biasa saja. Berbaur dengan rakyat. Tak seperti pejabat kebanyakan yang memenakeun (cenderung ambil jarak dengan rakyat).

Latar belakang Gubernur Babel ini memang dari keluarga biasa biasa saja, ayahnya Erizani M Siraj  adalah seorang  kuli PT.Timah. Meskipun dari keluarga biasa-biasa saja, Erizani menganggap penting arti pendidikan. Erizani ingin anaknya berhasil.
“Orang tua saya hanya seorang kuli di PT.Timah. Tapi aya ingin saya sekolah tinggi. Makanya setelah lulus SMA saya merantau ke Bandung kuliah sambil jualan pepaya di Pasar Ciroyom ,” kata Rustam dalam sebuah kesempatan.

Read More

Rustam sebagai anak tertua dari enam bersaudara memiliki tanggung jawab besar atas masa depan adik dan keluarganya dan jalan satu-satunya melepas kemiskinan ialah pendidikan.

” Jadi saya boleh kuliah di Bandung, tetapi orang tua hanya mampu memberikan biaya bulanan Rp. 12 Ribu saja, padahal waktu itu biaya kontrak rumah saja Rp. 650 Ribu Pertahun”ungkap Rustam. Pulang dan pergi kuliah Rustam melihat peluang untuk menambal kebutuhan ekonominya  Ilmu nekatpun diterapkan dengan melamar kerja salah satu lapak pedagang dan melamar pekerjaan apa saja
Latarbelakang inilah yang membentuk Rustam sebagai sosok pribadi sederhana ketika dia menjadi pejabat.

Penampilanya tampak sederhana dalam setiap acara resmi. Bahkan dia tak sungkan untuk menyalami setiap tamu undangan ketika menghadiri acara. Memang lawan politiknya menganggap perilaku Rustam adalah bentuk pencitraan. Tapi Rustam sendiri menampiknya ini sudah menjadi kebiasaan.

Yang menarik adalah hobinya minum kopi. Bangka Belitung terkenal dengan warung kopinya. Kebiasaan minum kopi jadi trend, orang akan berlama-lama duduk di warung kopi sambil ngobrol. Meja kopinya juga sengaja dibuat kecil. Ini untuk mendekatkan diri. “Saya ini sejak kecil suka ngopi, nongkrong di warung kopi ngobrol dengan teman-teman, Lobi politik pun dilakukan di warung kopi,” katanya.. (*)

Related posts