Sabda Abah Aos: Nanti Kalau Tinggal 2 Partai Negara Ini Akan Maju

  • Whatsapp

Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir ini saya selalu pulang kampung ke Ciceuri, Ciomas Panjalu Kabupaten Ciamis. Pulang setiap hari Jumat kepada pangersa Syeikh Mursyid TQN Suryalaya ke 38 Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh SM.

Bagi yang menjalankan thoriqat mengunjungi guru itu adalah pulang kampung setelah mengembara di dunia bebas. Terasa sejuk hati ini ketika berhadapan dengan pangersa, ucapannya begitu menusuk jiwa. Seperti pada Shohbah Jumat 19-04-2019. Sohbah atau sulaturahmi usai pencoblosan 17 April. Ketika hiruk pikuk politik masih panas, saling klaim hujat menghujat dan kelakuan gersang lainnya menghantui kehidupan sehari-hari.

SIANG itu seperti biasa ratusan murid berkumpul di ruang utama tempat pangersa Abah menerima tamu dan murid-muridnya. Wajah pangersa tampak ceria, sesekali beliau menerima tamu yang sudah mengantre sejak pagi.

Di Madrosah Pangersa Abah Aos Q.S. Bersabda

  • Kemarin Nyoblos Semua  Ada Yang Golput  Jangan Jadi Jelma Kalau Golput Mah, Amit-Amit… !
  •  Sudah Dapat Maklumat Semua ? Abah Berterimakasih Kepada Para Ikhwan Yang Telah Ikut Memilih Dan Memenangkan Sirnarasa.
  •  Bukti Sabda Guru Agung ( Abah Anom Q.S. ) Partai Ditulis PAR TAI Artinya Saling Lempar Dengan Tai, Nanti Kalau Tinggal 2 Partai Yaitu Pemerintah Dan Oposisi Maka Negara Ini Akan Maju Dan Sejahtera. Kita Ikut Pemerintah ( Agama Dan Negara ) :* Kemajuan Lahiriyah Dengan Qodiriyah.
  •  Kesejahteraan Bathiniyah Dengan Naqsyabandiyah.
    40 Tahun Sebelum Indonesia Merdeka Abah Sepuh Sudah Menyatakan Tidak Mau Diajak Membuat Negara Pasundan Karena Sudah Membuat Konsep Agama Dan Negara.
  •  Abah Sepuh Dan Abah Anom Adalah Orang Suci ( Guru Suci ), Suci Atas Usaha Sendiri, Kita Ikut Guru Suci Yang Tidak Pernah Kena Kotoran.
  •  Membawa Dosa Itu Berat, Adam Hanya Dengan 1 Suap Langsung Turun Dari Surga Karena Kena Hoaxs Iblis ( Malaikat Yang Sudah Beribadah 185 Tahun ).
  •  Membersihkan Dosa Itu Bukan Dengan LAA ILAAHA ILLALLOH Tapi Dengan “TALQIN LAA ILAAHA ILLALLOH” Dan Mengamalkan LAA ILAAHA ILLALLOH Yang Ditalqinkan.
  • Saya sangat tertarik dengan sabda Abah: Nanti Kalau Tinggal 2 Partai Yaitu Pemerintah Dan Oposisi Maka Negara Ini Akan Maju Dan Sejahtera. Kita Ikut Pemerintah ( Agama Dan Negara ).

Memang betul banyak partai juga banyak mudharatnya, apalagi PAR TAI tai kucing. Yang mengandalkan money politik untuk meraih kekuasaan. Dan ini bukan rahasia umum lagi. Banyak partai bikin pusing kepala.

Amerika Serikat Sebagai negara yang mengagungkan diri sebagai Negara Demokrasi, hanya ada dua partai. Dan negara ini maju pesat,

Jika multipartai terus berlanjut, kapan Indonesia maju. Menurut saya Indonesia sudah siap mengadopsi sistem kepartaian model Amerika Serikat. Sistem dua partai merupakan pilihan yang paling rasional. Coba lihat saat orde baru partai hanya 3. Dan Indonesia aman sentosa teu riweuh.

Kelemahan Sistem MultiPartai menurut saya Pemerintah tidak memiliki kestabilan karena banyaknya partai yang membuat tidak adanya sebuah partai yang mampu mendukung pemerintahan dan harus melalui koalisi.

Pemerintah juga terkadang ragu dan banyak program yang kurang efektif, Sistem multi partai cenderung lamban dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Logika “lingkaran setan” karena semakin banyaknya partai politik semakin banyak pilihan, Semakin banyak pilihan, akan semakin sulit memilih, Semakin sulit memilih semakin banyak yang tidak memilih dan semakin banyak golput, semakin mundur arti sebuah demokrasi. Bener kan masyarakat sudah sangat jenuh.

Banyaknya partai politik juga menimbulkan persaingan tidak yang tidak sehat, saling menjatuhkan antara partai satu dan yang lainnya. Menghambat kelancaran semua program kerja pemerintah. Partai-partai politik dalam arti tidak sehat yang melakukan money politic (lobi-lobi) dan memberikan uang kepada rakyat agar memilih partai tersebut. Dari sini lah sifat-sifat para pemerintah yang akan korupsi muncul. Pemerintah tidak fokus lagi terhadap rakyat, melainkan fokus bagaimana cara mempertahankan kekuasaan. Ini sudah terjadi dan bukti di Indonesia.

Multipartai juga mengakibatkan konflik SARA. Kekuatan Partai politik satu dengan yang lainnya tidak akan terlalu jauh, sehingga muaranya akan kearah bagi-bagi kekuasaan.Pemerintahan akan semakin Gemuk sebagai akibat dari banyaknya kepentingan partai yang harus diakomodir dan sulit menempatkan orang yang “benar ditempat yang benar”.Biaya Politik yang sangat besar, karena adanya subsidi pemerintah kepada partai-partai. contoh ; ringanya dalam pembuatan kartu suara, kalau partainya seperti sekarang ini, kemungkinan kartu suara akan selebar Koran dibandingkan dengan sedikit partai. Dari sisi ini saja sudah memboroskan keuangan Negara.

Banyaknya Uang yang di investasikan pada hal-hal yang “kurang produktiv” bagi masyarakat. contoh ringannya saja, lihat, hitung dan analisa sendiri, berapa rupiah yang dihamburkan hanya untuk membuat sticker, baliho, spanduk, bendera dan iklan politik. Dan jika dilihat keadaan politik pada saat ini partai yang tidak memenangkan suara hanya akan menjadi oposisi dalam mengkritisi partai yang menang dengan demikian akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat

Demikianlah efek-efeknya yang muncul bilamana menganut sistem kepartaian multipartai.
saya setuju dengan panersa Abah Aos negara ini akan maju kalau partai hanya sisa dua. Allah Maha Tahu. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *