Pengalaman Ditangkap Polisi Usai Pawai Mobil Hias

  • Whatsapp

Polisi menunjukkan arogansinya terhadap pers. Kemarin (17/4), kru Sumedang Ekspres (grup Radar Lampung) ditangkap Polres Sumedang saat mengikuti karnaval pembangunan HUT Ke-434 Sumedang.

Awak Sumedang Ekspres (Sumeks) yang ditangkap dan dibawa ke Mapolres Sumedang berjumlah sepuluh orang. Namun yang diperiksa tujuh orang. Mereka adalah Hi. Maman Juherman (general manager), Dadang A. Rasyiid (Pemred), Sandra Maria Herdiana (manajer iklan), Septa Nugraha (bagian layout), Henhen Nurhaeni (bagian administrasi), Een Nurhaeni (redaktur), dan Agus (office boy).

Sebelumnya, mobil hias Sumeks yang mendapat nomor urut 11 menampilkan replika Tugu Lingga. Sebuah replika monumen Sumedang di alun-alun. Di belakang replika Tugu Lingga itu terpasang replika tiga koran berukuran jumbo.

Salah satu replika koran jumbo itu memampang headline berjudul Oknum Polisi Ngamuk edisi 4 April 2012. Ketika mobil hias Sumeks melintas podium utama, rupanya Kapolres Sumedang AKBP Eka Bhakti Satria tak berkenan. Namun, sambutan hadirin sangat meriah terhadap mobil karnaval Sumeks.

Usai pulang karnaval, tepatnya di Jalan Kebol Kol, Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, mobil Sumeks diikuti mobil Satreskrim Polres Sumedang. Sekitar lima petugas polisi berpakaian preman memberhentikan mobil Sumeks. Sebelumnya, mobil Satreskrim memberi tanda dengan membunyikan klakson agar mobil hias berhenti.

Tiga petugas polisi naik ke mobil sambil menunjukkan surat perintah penangkapan. Mobil hias pun digiring ke Mapolres Sumedang di Prabu Geusan Ulun dikawal polisi.

Pemimpin Redaksi Sumedang Ekspres Dadang A. Rasyid selanjutnya dipanggil Kepala Bagian Humas Polres Sumedang AKP Johnny untuk menghadap Kabagops Kompol Indra H.

Kabagops menyesalkan baliho replika koran Sumeks yang memuat headline Oknum Polisi Mengamuk. ’’Pak Kapolres merasa ditampar dengan baliho tersebut. Ini sama saja penghinaan di muka umum. Silakan minta maaf ke Kapolres kalau beliau berkenan menerima Anda,” tandasnya.

Dadang bersama reporter RCTI wilayah Sumedang Beben menunggu di ruang Kabagops untuk memastikan pertemuan dengan Kapolres AKBP Eka Budi Satria. Namun setelah menunggu sekitar setengah jam, tak ada jawaban dari Kapolres. Justru yang menemui Pemred Sumeks adalah Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Suparma.

’’Kami tidak mau alasan teknis. Yang jelas Anda sudah melanggar KUHP pasal 310 tentang pencemaran nama baik. Benar atau salahnya masalah ini, itu di pengadilan,’’ tandas Suparma.

Sementara itu di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Sumedang, ketujuh kru Sumeks diperiksa secara maraton selama enam jam sejak pukul 12.30 hingga 18.30.

Kondisi kru Sumeks saat itu sudah letih, sebab sehari sebelumnya sibuk mempersiapkaan acara karnaval dan persiapan Jalan Sehat Kebangsaan pada Sabtu 21 April 2012.

Atas dasar itu, Pemred Sumeks Dadang A. Rasyid dan Koordinator Liputan Rizki Laelani meminta kepada Satreskrim agar memperkenankan kru lainnya yang sudah dan belum diperiksa untuk ke kantor makan siang. ’’Tetapi, Kasatreskrim meminta kru Sumeks untuk tetap di kantor polisi,’’ katanya.

Maman Juherman sebenarnya sudah berupaya menjelaskan kepada penyidik dan minta untuk dipertemukan dengan Kapolres. Tetapi dengan alasan kondisinya ’’masih panas”, petugas Reskrim Jajat mengatakan pertemuan tak bisa dilakukan.

Menurut Maman, akibat dari pemanggilan secara masal itu, kru Sumeks merasa terpukul. Bahkan pelayanan kepada pelanggan dan pemasang iklan terganggu. Karena sejak pukul 09.00 hingga malam hari, kru Sumeks berada di kantor polisi.

Direktur Sumedang Ekspres Dadan Alisundana pun menyesalkan penangkapan terhadap anak buahnya. ’’Ini memang preseden buruk bagi pers Sumedang. Kami sangat menyesalkan masalah ini. Apalagi deadline kami terhambat,’’ kata dia.

Di bagian lain, aksi Polres Sumedang yang menangkap dan memeriksa awak Sumeks direspons Mabes Polri. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution meminta maaf kepada kalangan pers atas tindakan itu. ’’Kami sudah minta Polres Sumedang untuk membebaskan,” kata dia saat dihubungi semalam.

Saud juga menegaskan, polisi tidak akan memeriksa jurnalis dalam kaitan produk pers. ’’Secara lengkap memang belum masuk laporannya. Tetapi kalau itu ada kaitannya dengan jurnalistik, tidak bisa begitu,’’ kata mantan Kadensus 88 Polri ini.

Anggota Dewan Pers Uni Lubis juga menyesalkan penangkapan awak Sumedang Ekspres hanya gara-gara menempel kliping koran soal berita polisi itu.  ’’Itu produk jurnalistik, jadi harus melalui Dewan Pers kalau ada keberatan. Apalagi kita punya MoU antara Dewan Pers dan Polri,’’ ujarnya.

Uni mengaku sudah meminta klarifikasi ke Mabes Polri. ’’Mereka berjanji mengirim MoU Dewan Pers ke seluruh polda se-Indonesia besok (hari ini, Red),” ujar jurnalis senior ANTV ini. (jpnn/c1/ary)
Kronologis Penangkapan Karyawan Sumedang Ekspres

– Selasa (17/4) pukul 09.30, acara karnaval mobil hias Hari Jadi Ke-434 Sumedang dimulai.

– Harian Pagi Sumedang Ekspres (grup Radar Lampung) yang mendapat nomor urut 11 itu menampilkan replika Tugu Lingga. Sebuah monumen khas Sumedang. Di belakang Tugu Lingga itu terpasang replika tiga koran berukuran jumbo. Satu koran memampang headline dengan judul Oknum Polisi Ngamuk edisi 4 April 2012.

– Saat perjalanan pulang, tepatnya di Jalan Kebon Kol, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sekitar pukul 12.00, kru diberhentikan Kasatreskrim AKP Suparma bersama anggota Reskrim Polres Sumedang.

– Sambil menunjukkan surat penyitaan barang bukti, anggota reskrim langsung menggiring kru yang berjumlah 10 orang menuju Mapolres Sumedang di Jalan Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang.

– Kemudian, tujuh orang yang terdiri dari General Manager Hi. Maman Juherman, Pemred Dadang Abdul Rasyid, Redaktur Een Nurhaeni, Manajer Iklan Sandra Maria Herdiana, staf administrasi Hen Hen Nurhaeni, pracetak Septa Nugraha, dan office boy Agus dimintai keterangan terkait adanya koran jumbo berjudul Oknum Polisi Ngamuk tersebut. BAP berlangsung sekitar enam jam, yakni mulai pukul 12.00 hingga 18.00. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *